LEBAK, – Rabu, 5 Agustus 2026 – Kantor DPRD Kabupaten Lebak digeruduk puluhan massa GAIB – Gabungan Anak Indonesia Bersatu DPC Lebak. Mereka menuntut transparansi anggaran dan evaluasi total terhadap 50 anggota dewan.
Aksi dimulai pukul 10.00 WIB di depan gerbang DPRD Lebak. Dengan membawa surat pernyataan sikap resmi 3 lembar, GAIB menuding ada dugaan penyelewengan anggaran oleh oknum wakil rakyat.
4 TUNTUTAN GAIB 212 DPC kabupaten Lebak Yang Menggema:
1. AUDIT TOTAL ANGGARAN
Bongkar semua pos anggaran: Infrastruktur, UMKM, Bansos, Perjalanan Dinas, sampai “makan-makan keluar kota”. GAIB menduga kuat ada anggaran siluman yang dikorupsi oknum DPRD.
2. EVALUASI 50 ANGGOTA DPRD LEBAK
“50 anggota dewan harus dievaluasi! Banyak yang duduk manis tapi tidak berpihak ke rakyat miskin!” teriak orator.
3. TANGKAP DAN ADILI
GAIB mendesak Aparat Penegak Hukum segera menindak oknum yang bermain dengan uang rakyat.
4. BUKA DATA APBD
Jangan ada lagi anggaran tertutup. Rakyat berhak tahu kemana uang pajaknya mengalir.
Di tengah panasnya aksi, salah satu anggota DPRD menemui massa. Alih-alih menjawab soal audit, ia justru melempar jawaban:
“Untuk masyarakat miskin silakan berobat ke RS Pemerintah”
Jawaban itu langsung disoraki massa. _”Kami tidak minta RS! Kami minta audit! Jangan alihkan isu!”_jika memang Dewan mau peduli jangan hanya yang sakit saja, lihat turun ke keluarga yang sakit mereka butuh makan juga tidak hanya yang sakitnya, selam ini pernah kah para wakil rakyat menongok tegas marpauzi selaku Sekjen GAIB sekaligus koordinator aksi
Hingga aksi bubar, DPRD hanya berjanji akan “menampung aspirasi”. Gabungan anak Indonesia Bersatu 212 DPC kabupaten Lebak, mengancam akan kembali dengan massa lebih besar jika tuntutan tidak ditindaklanjuti dalam 14 hari kerja.
“Ini bukan aksi terakhir. Kalau 50 dewan masih tutup mata, rakyat Lebak akan bicara lebih keras lagi,” tutup Mamik selamet, selaku Koordinator GAIB 212 DPC kabupaten lebak.