“Harapannya ke depan tidak terjadi lagi longsor. Penanganan menggunakan bronjong ini diharapkan efektif mengamankan wilayah Kampung Cilehem,” tegas Ade.

Ia menambahkan, pekerjaan pemasangan bronjong mulai dilaksanakan sekitar 5 Januari 2026 atau tiga hari setelah kejadian longsor.

“Penanganan ini merupakan instruksi langsung dari Ibu Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, melalui Kepala DPUPR Pak Ronny Natadipraja agar segera dilakukan penanganan darurat,” ungkapnya.

Respons cepat pemerintah daerah tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat. Salah seorang warga Kampung Cilehem, Saefullah, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan tindakan cepat yang dilakukan pemerintah daerah.

“Mudah-mudahan setelah dibangun bronjong ini tidak terjadi lagi longsor. Terima kasih kepada Ibu Bupati Serang,” ujarnya.

Tak hanya di Kecamatan Padarincang, Ade Irfansyah bersama jajaran DPUPR Kabupaten Serang juga meninjau pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sekitar halaman Kantor Kecamatan Ciomas, tepatnya di Kampung Kurung Kotok, Desa Panyaungan Jaya.

Camat Ciomas, Ugun Gurmilang, mengatakan longsor di lokasi tersebut terjadi akibat jebolnya TPT di belakang kantor kecamatan karena derasnya aliran air dan tingginya curah hujan pada awal Januari 2026.

“Setelah dilakukan koordinasi dengan DPUPR, alhamdulillah langsung direspons dan dilakukan pembangunan TPT karena ini merupakan akses jalan warga,” kata Ugun.

Adapun panjang pembangunan TPT di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 meter.