SERANG – Kabupaten Serang, Banten, dipilih menjadi pilot project atau proyek percontohan Kampung Hortikultura melalui Gerakan Perempuan Pangan yang diinisiasi Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI).
Program tersebut resmi diluncurkan di Kebun Greenlight, Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Sabtu 22/8/2026, dengan mengusung tagline “Perempuan Berdaya, Ketahanan Pangan Terjaga,”Launching Kampung Hortikultura dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Taufiq Ratule bersama Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi. Hadir pula Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten Irna Narulita.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan apresiasi kepada DPP IWAPI, Pemerintah Provinsi Banten, serta Kementerian Pertanian yang telah menginisiasi program tersebut.
Menurutnya, kehadiran Kampung Hortikultura menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Serang.
“Ini sesuatu yang luar biasa dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di wilayah kita, Kabupaten Serang,” ujar Ratu Zakiyah kepada wartawan.
Ratu Zakiyah mengatakan Kabupaten Serang merupakan salah satu daerah yang menjadi lumbung padi di Provinsi Banten. Selain sektor pangan pokok, potensi hortikultura di Kabupaten Serang juga dinilai cukup beragam dan dapat terus dikembangkan.
Ia berharap Kampung Hortikultura di Desa Sukabares tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi dapat direplikasi di desa-desa lainnya.
“Sudah disampaikan Ibu Ketua Umum DPP IWAPI bahwa ini menjadi percontohan. Tentu saya sangat mengapresiasi dan semoga kegiatan ini bisa direplikasi, diduplikasi oleh desa-desa yang lain. Sehingga tidak hanya di Desa Sukabares saja, tapi juga di desa-desa yang ada di wilayah Kabupaten Serang,” katanya.
Untuk memperluas program tersebut, Ratu Zakiyah menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, IWAPI, organisasi perempuan, serta berbagai pihak lainnya.
Ia menilai keterlibatan perempuan pengusaha melalui IWAPI dapat menjadi kekuatan dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya yakin kalau IWAPI sudah bergerak, insyaallah organisasi perempuan yang lain bisa mengikuti. Karena ini untuk ketahanan pangan. Kalau pangan kita kuat, insyaallah rakyat kita juga akan terjamin dan sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Dirjen Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule mengatakan Gerakan Perempuan Pangan diharapkan dapat memperkuat sekaligus mempertahankan capaian swasembada pangan nasional.
Menurutnya, gerakan yang melibatkan komunitas dan organisasi perempuan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam mendukung program pemerintah di bidang pangan.
“Gerakan Pangan Perempuan bisa membantu paling tidak untuk menyiapkan dan mempertahankan swasembada pangan yang sudah tercapai,” ujarnya.
Ia menambahkan, IWAPI memiliki jaringan secara nasional dan digerakkan oleh para perempuan pengusaha. Karena itu, gerakan tersebut diharapkan dapat berkembang lebih masif di berbagai daerah.
“Dengan launching pilot project ini diharapkan ke depan secara cepat, secara nasional. Kementan mendukung dari dulu, terlebih dengan adanya Gerakan Perempuan Pangan. Ini sangat bersentuhan dengan program pemerintah, program Pak Presiden untuk menjaga pangan kita cukup tersedia,” katanya.
Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi menjelaskan Gerakan Perempuan Pangan sebelumnya telah diluncurkan pada tahun lalu. Namun, pada tahap ini IWAPI mulai memfokuskan gerakan tersebut melalui pengembangan Kampung Hortikultura.
“Masalahnya adalah masalah perut. Kalau masalah perut aman, insyaallah kita mau berjalan menggerakkan usaha itu akan lebih aman. Begitu juga dengan kesehatan,” kata Nita.
Nita menyebut Kabupaten Serang dipilih sebagai pilot project karena memiliki potensi lahan yang cukup luas. Program tersebut merupakan inisiasi WKU DPP Bidang Pertanian Susi Andrianis yang juga memiliki lahan untuk pengembangan padi gogo.
Ia berharap Kampung Hortikultura di Desa Sukabares dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Serang hingga nantinya berkembang ke berbagai wilayah Indonesia.“Ini harapannya Ibu Bupati Serang supaya bisa menjadikan yang sama untuk di desa-desa lain di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Nita juga menyampaikan bahwa pengembangan Kampung Hortikultura di Kabupaten Serang akan dilakukan secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak, termasuk BKOW Provinsi Banten.
“Insyaallah, Ibu Susi dan Ibu Reni bekerja lebih banyak lagi dan tentu di bawah bimbingan Ketua BKOW Banten Ibu Irna Narulita Dimyati. Jadi nanti yang kedua, ketiga, seterusnya kita akan terus membuka kampung-kampung hortikultura di seluruh Indonesia,” pungkasnya.