Jakarta Barat — Sengketa lahan di kawasan Club de Arjuna, Jakarta Barat, ternyata tidak hanya berdampak pada PT HD Arjuna. Selama sekitar tiga bulan terakhir, ratusan pekerja dirumahkan dan kehilangan sumber penghasilan untuk keluarga mereka.
Ratusan Karyawan Terancam Kehilangan Nafkah
Kuasa hukum PT HD Arjuna, Denny Kailimang, SH, MH, menegaskan bahwa para pekerja adalah pihak yang paling tidak bersalah namun paling merasakan dampaknya.
“Ratusan karyawan sudah sekitar tiga bulan dirumahkan. Mereka adalah pencari nafkah bagi keluarganya. Kondisi ini tentu menjadi persoalan serius karena mereka tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya,” ujar Denny.
Para pekerja tidak memiliki posisi dalam sengketa kepemilikan lahan tersebut. Namun, terhentinya aktivitas usaha berarti terhentinya pula penghasilan harian mereka.
“Jangan sampai persoalan ini merugikan Arjuna dan merugikan karyawan-karyawannya yang tidak bisa bekerja dengan baik,” tambahnya.
Dugaan Penyitaan dan Kekerasan Dipertanyakan
Denny juga mempertanyakan sejumlah tindakan yang terjadi di lokasi, termasuk adanya penyitaan barang yang dilakukan pihak yang mengaku kuasa hukum pemilik lahan. Ia menegaskan setiap tindakan harus memiliki dasar hukum yang sah.
“Yang kami pertanyakan, polisi datang dengan dasar pro justitia. Sebagai aparat penegak hukum, seharusnya memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan sesuai hukum acara pidana,” jelasnya.
Selain itu, PT HD Arjuna telah melaporkan dugaan kekerasan, kerusakan kendaraan, dan penganiayaan ke Polda Metro Jaya.
“Ada korban kekerasan, dua mobil rusak dan beberapa anggota mengalami penganiayaan. Kami berharap pihak yang kami laporkan dapat diproses sesuai hukum,” kata Denny.
Kepastian Hukum untuk Kembali Bekerja
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, ratusan pekerja hanya memiliki satu harapan sederhana: kepastian agar dapat kembali bekerja.
“Kami sebagai rakyat dan pihak yang membutuhkan perlindungan hukum hanya meminta agar persoalan ini segera diselesaikan dan tidak berlarut-larut,” pungkas Denny.
Ia berharap aparat kepolisian dapat menjalankan tugas secara profesional dan berdasarkan hukum. Bagi ratusan pekerja di Club de Arjuna, penyelesaian sengketa bukan soal siapa menang atau kalah — melainkan soal kapan mereka bisa kembali menafkahi keluarga.