Toraja Utara, Sulawesi Selatan — Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta didorong untuk naik kelas.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menginginkan koperasi yang telah tumbuh besar di tanah Toraja ini tidak hanya dikenal sebagai lembaga pinjam-meminjam, tetapi menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang nyata.

Dorongan itu disampaikan Menkop saat kunjungan kerja ke KSP Balo’ta di Kabupaten Toraja Utara, Minggu (30/8/2026).

📌 Kembali ke Semangat Pasal 33 UUD 1945

Ferry menyatakan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan ekonomi kerakyatan dan nilai kekeluargaan serta gotong royong sebagai pijakan utama, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Presiden mengarahkan ekonomi kembali ke nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong. Semangat ini masih hidup di KSP Balo’ta.” — Menteri Koperasi Ferry Juliantono

💳 Koperasi Tak Boleh Hanya Jadi “Bank Rakyat”

Menkop menegaskan: koperasi modern tidak boleh berhenti di kegiatan simpan pinjam saja.

Harus melangkah lebih jauh — membina anggota, membuka pasar, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai tambah.

Di KSP Balo’ta, ia melihat harapan nyata:

  • ✅ Sudah menjalankan pembinaan kepada petani
  • ✅ Mengembangkan perkebunan percontohan kopi
  • ✅ Membantu pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

“Kita tidak boleh puas hanya membuat petani dapat pinjaman. Kita harus membuat mereka semakin produktif, sejahtera, dan punya posisi tawar yang lebih kuat.” — Ferry

 
📈 Aset Naik 609% — Bukti Kekuatan yang Siap Diperluas

Ketua KSP Balo’ta, Dedi Bongga, menyampaikan pertumbuhan yang luar biasa:

Data Keterangan
📅 Sejak 2014 Pertumbuhan aset 609%
💵 Hingga Juli 2026 Aset mencapai Rp1,9 triliun
🤝 Sinergi KDKMP Membina sekitar 200 pengurus koperasi desa
🏦 Dukungan LPDB Memperkuat pembiayaan dan modal kerja

“Kami siap bersinergi dengan puluhan KDKMP di Toraja Utara dan Tana Toraja agar koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat.” — Dedi Bongga

 
🏘️ Jaringan Koperasi di Toraja Terus Tumbuh

Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, melaporkan perkembangan koperasi di daerahnya:

  • 📍 Koperasi aktif: 49 unit pasca-pemekaran daerah
  • 📋 Target KDKMP: 151 unit
  • ✅ Fisik selesai 100%: 19 unit
  • 🔄 Sedang dibangun: 4 unit

“Pemerintah daerah mengawal agar koperasi tidak hanya selesai di bangunan fisik, tapi segera bergerak di penguatan SDM dan usaha.” — Bupati Frederik

🌾 Langkah Selanjutnya: Masuk ke Sektor Riil

Inti arah kebijakan Menkop: koperasi harus turun ke sektor riil. Bukan sekadar memutar uang, tapi ikut menumbuhkan produksi — pertanian, perkebunan, kerajinan, dan jasa.

Dengan dukungan permodalan, pembinaan, serta akses pasar yang diperluas, rantai ekonomi bisa diperpendek — sehingga keuntungan lebih besar dinikmati langsung oleh masyarakat dan anggota koperasi.

Kehadiran Menkop juga turut dihadiri Wakil Bupati Tana Toraja, pejabat Kementerian Koperasi, LPDB, serta jajaran pengurus koperasi setempat — menandakan bahwa penguatan koperasi di Toraja bukan sekadar janji, tapi sudah bergerak nyata.