SERANG – Tradisi Ruatan Bumi Akbar kembali digelar meriah di Kabupaten Serang. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu 20/9/2026 tersebut menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus mempererat sinergi masyarakat dan pemerintah di wilayah Kecamatan Jawilan dan Kecamatan Kopo.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Jawilan, Syamsudin, turut menghadiri langsung rangkaian kegiatan yang diselenggarakan secara kolaboratif di dua wilayah, yakni Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, dan Desa Cidahu, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang.

Kegiatan adat tahunan tersebut turut dihadiri Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang Febriyanto, Anggota DPRD Kabupaten Serang Asep, serta Camat Kopo.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif, jajaran kepolisian juga hadir di lokasi, di antaranya Kapolsek Jawilan dan Kapolsek Kopo.

Ruatan Bumi Akbar tidak hanya menjadi ritual adat sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Tahun ini, kegiatan turut diramaikan dengan bazar UMKM lokal. Selain itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang membuka layanan jemput bola untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan perpajakan. Partisipasi perbankan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) juga turut melengkapi rangkaian kegiatan.

Plt Camat Jawilan Syamsudin mengatakan, perpaduan antara pelestarian budaya dengan pelayanan publik memberikan dampak positif bagi masyarakat.Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana untuk melestarikan tradisi dan mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergi lintas wilayah antara Kecamatan Jawilan dan Kecamatan Kopo.

“Momentum ini tidak hanya mempererat silaturahmi dan sinergi antara Jawilan dan Kopo, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Syamsudin.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Serang, wakil rakyat, aparat kepolisian, hingga instansi pelayanan publik menunjukkan adanya kolaborasi dalam mendukung kegiatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan kearifan lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Ribuan warga turut hadir mengikuti dan memeriahkan tradisi Ruatan Bumi Akbar yang berlangsung tertib, khidmat, serta penuh semangat kebersamaan.Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan akses pelayanan publik.