JOMBANG — Dukungan terhadap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, bukan sekadar soal pasokan listrik. Di balik kesiapan infrastruktur kelistrikan dan konektivitas yang disiapkan PT PLN (Persero), terselip makna lebih dalam: bagaimana BUMN turut hadir melayani agenda keumatan dan kebangsaan.
Komisaris Independen PLN, Prof. Dr. KH Ali Masykur Musa, turun langsung meninjau kesiapan di dua lokasi strategis menjelang puncak acara — rangkaian Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN di Pondok Pesantren Al Amanah 2, serta Muktamar ke-35 NU di Tambakberas.
Bukan Sekadar Teknis, Ini Soal Khidmah
Ali Masykur Musa memastikan pasokan energi dan jaringan komunikasi siap menopang ribuan peserta yang akan hadir. Ia didampingi Pengasuh Ponpes Al Amanah 2, KH Abdul Khaliq Hasan, serta Ketua Panitia Muktamar dan jajaran PLN UPD Jombang saat meninjau lokasi.
“Ketersediaan listrik dan jaringan internet bukan sekadar persoalan teknis, tetapi merupakan bagian penting dari pelayanan,” ujar Ali Masykur Musa di Jombang, Selasa (25/8/2026).
“Bagi kami, mendukung kegiatan ini bukan semata-mata menjalankan tugas korporasi, tetapi juga bagian dari khidmah kepada masyarakat, kepada umat, dan kepada bangsa,” tegasnya.
PLN Icon Plus Pastikan Konektivitas Terjaga
PLN bersama PLN Icon Plus menyiapkan infrastruktur terpadu — energi dan konektivitas digital — untuk menunjang segala kebutuhan: penerangan, sistem suara, komunikasi panitia, dokumentasi, hingga siaran langsung. Skala kegiatan yang besar menuntut kesiapan setara, sehingga persiapan dilakukan menyeluruh di kedua lokasi.
Kehadiran langsung Ali Masykur Musa dimaksudkan agar dukungan PLN tidak hanya berjalan di balik layar, melainkan menjadi wujud nyata gotong royong kebangsaan.
“Ini adalah bentuk nyata bagaimana BUMN hadir di tengah masyarakat. PLN tidak hanya memastikan listrik menyala, tetapi juga menghadirkan konektivitas melalui PLN Icon Plus,” katanya.
Energi yang Menopang Tradisi dan Masa Depan
Dua agenda besar yang akan berlangsung memiliki makna mendalam:
- 🕌 Istighotsah & Manaqib Kubro JATMAN — mempertemukan jamaah dalam ikhtiar spiritual, doa, dzikir, dan penghormatan terhadap tradisi keulamaan
- 🤝 Muktamar ke-35 NU — forum strategis menentukan arah organisasi dan khidmah umat untuk lima tahun ke depan
Di tengah rangkaian tersebut, listrik dan internet menjadi “tulang punggung” yang tak terlihat namun sangat menentukan kelancaran acara.
Ali Masykur Musa menyampaikan, setiap pihak memiliki peran khidmah masing-masing: sebagian hadir lewat doa dan dzikir, sebagian lewat tenaga dan pikiran — sementara PLN hadir memastikan energi dan konektivitas tetap mengalir.
Pesan dari Tambakberas
Langkah turun langsung ke lokasi bukan sekadar memeriksa instalasi. Ada pesan yang ingin ditegaskan: khidmah kepada umat dan bangsa bisa diwujudkan dalam banyak bentuk, termasuk dengan memastikan pelayanan publik — energi dan teknologi — senantiasa hadir saat dibutuhkan.
Di Tambakberas, kekuatan doa dan tradisi pesantren kini beriringan dengan kesiapan infrastruktur modern. PLN menjaga agar energi tetap menyala, sementara NU dan JATMAN menjaga agar semangat keumatan tetap hidup — dua kekuatan yang saling melengkapi demi kelancaran Muktamar ke-35 NU.