LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak kembali membuka seleksi terbuka open bidding untuk jabatan Sekretaris Daerah. Tiga putra terbaik daerah bersaing mengisi kursi Sekda melalui mekanisme meritokrasi.

Proses seleksi mengedepankan rekam jejak, kompetensi manajerial, serta pemahaman tata kelola pemerintahan yang bersih, netral, dan melayani. Tiga kandidat yang lolos administrasi kini memasuki tahap presentasi visi-misi dan uji kompetensi.

Pengamat kebijakan publik Aryo Lukito menilai langkah Pemkab Lebak sudah tepat. Menurutnya, tolok ukur utama pemilihan Sekda adalah kapasitas mengelola birokrasi sesuai aturan, bukan latar belakang pribadi maupun keyakinan.

“Yang kita pilih dan kita pimpin ini adalah birokrasi, bukan organisasi keagamaan. Tolok ukurnya adalah kapasitas membangun sistem, menegakkan aturan, serta menjaga netralitas dan profesionalitas ASN dalam melayani seluruh warga tanpa kecuali,” tegas Aryo Lukito, Jum,at 12/6/2026.

Ia menambahkan, open bidding memberi sinyal positif bahwa Pemkab Lebak ingin menempatkan orang yang tepat pada tempat yang tepat. Dengan demikian birokrasi dapat berjalan efisien, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pemkab Lebak berharap hasil akhir melahirkan Sekda yang mampu merawat kebinekaan dan memperkuat pelayanan untuk seluruh masyarakat Lebak.